Showing posts with label Self Publishing. Show all posts
Showing posts with label Self Publishing. Show all posts

27 January 2015

  |  9 comments  |  

Cara mendirikan Usaha Penerbitan




Cara Praktis Mendirikan Usaha Penerbitan Buku 

  • Buat nama penerbit; yang simpel, praktis dan mudah dihafal!
  • Buat stempel; gak usah mahal-mahal cukup 20/30ribu dah dapat stempel bagus.
  • Buat kop surat; cukup diprint pake’ komputer sesuai kebutuhan.
  • Tentukan alamat dan nomor telpon untuk urusan surat menyurat dan komunikasi.



Nah sekarang Anda punya usaha penerbitan, mudah kan? Supaya usaha ini tetap hidup maka Anda perlu punya produk yaitu buku yang akan dipasarkan. Caranya ……. ?
  • Buat/cari naskah yang layak jual. 
  • Tentukan ukuran buku yang akan diterbitkan. 
  • Susun naskah sesuai ukuran buku; urusan ini dapat diserahkan ke jasa layout jika Anda tidak bisa menyusunnya sendiri. 
  • Buat Cover yang bagus dan menarik, urusan ini dapat diserahkan ke jasa design grafis. 
  • Jika buku sudah selesai dilayout, mintalah ISBN ke perpus nasional di jakarta, biaya ISBN 25ribu perjudul. 
Nah, sekarang Anda sudah punya produk siap terbit, tinggal dicetak di percetakan : Biar gampang, bawa file buku Anda yang telah diburn di CD ke percetakan untuk dicetak sejumlah yang Anda inginkan. ……………….SELESAI…………….. 

cara mendirikan usaha penerbitan
Cara mendirikan usaha penerbitan
Sekarang dirumah bertumpuk ratusan bahkan ribuan eksemplar buku karya Anda yang siap dipasarkan. Untuk pemasaran, Anda tidak perlu mendatangi toko buku satu persatu menawarkan buku Anda (sudah capek, belum tentu diterima). Cukup hubungi distributor buku, ajukan penawaran kerjasama, jika deal, dalam waktu seminggu buku Anda sudah tersebar di toko buku seluruh Indonesia. SELESAI, Sekarang, tiap bulan distributor akan mentransfer hasil penjualan buku ke rekening Anda, ENAAAAK KAN? 

Biar tambah penasaran baca nih saya kasih rahasianya : 
  • Biasanya harga jual buku adalah 4 atau 5 bahkan 6 kali harga produksi (terserah Anda), jika buku dijual Rp. 20.000,- berarti biaya cetaknya kurang lebih Rp. 4.000 - Berarti untungnya 16.000/buku ? - Ya enggak lah, kan harus bagi-bagi sama distributor dan toko buku! 
  • Biasanya distributor minta diskon 50-55% dari harga jual. Jadi bagian penerbit ya cuma 45-50% tergantung waktu nego sama distributornya. - Misal diskon u distributor 55% maka dari modal 4.000, buku dijual 20.000, bag. Penerbit Rp. 9.000 (45%) untungnya Rp. 5.000/buku 
  • Bukunya difa press yang judulnya “Kiat khusyu’ Shalat Tahajud” ukuran ¼ folio tebal 80 hal, biaya cetaknya 2.000/buku dijual 11.000/buku sudah dicetak 15.000 eksemplar. - Untungnya berapa ya? - Ya hitung sendiri, yang pasti banyak (alhamdulillah) 
Pastinya Anda punya segudang pertanyaan dari penjelasan singkat diatas. SAYA TUNGGU PERTANYAAN ANDA. Ingat JIKA TIDAK MENCOBA maka MUSTAHIL ANDA PUNYA USAHA PENERBITAN. Dihalalkan menyebarluaskan info ini ke temen-temen muslim lainnya tanpa menambah dan mengurangi sedikitpun. 
Copyright Fajar Abdillah M e-mail : difamedia@yahoo.co.id

04 January 2014

,   |  

Membuka Usaha Toko Buku Online Tanpa Modal

Jika Anda berdomisili di kota dimana bisnis penerbitan atau distributor buku sangat mudah ditemukan maka peluang membuka usaha toko buku online tanpa modal ini bisa Anda jalankan dengan baik. Anda bisa mulai menjual buku lewat facebook atau twitter, jika ada sedikit waktu Anda bisa mencoba membangun sebuah website toko buku online. Tidak perlu khawatir bagaimana membuatnya karena sekarang sudah banyak platform yang bisa membuat toko online hanya dalam hitungan menit.

Berikut kami berikan beberapa tips untuk membuka usaha toko buku online tanpa modal :
  • Jalin kerjasama dengan penerbit-penerbit buku baik yang ada di kota anda maupun diluar kota, jika ingin lebih efisien lagi Anda cukup menghubungi distributor buku yang ada di kota Anda. Cara ini akan menghemat tenaga dan waktu anda karena satu distributor buku biasanya menyediakan buku-buku dari puluhan bahkan ratusan penerbit.
  • Mintalah diskon ke bagian marketingnya usahakan Anda mendapat diskon maksimal yaitu sekitar 30% dari harga jual.
  • Tawarkan ke konsumen dengan harga yang bersaing dengan toko buku, berilah diskon atau program free shipping supaya lebih menarik.
  • Jangan lupa cantumkan dengan jelas alamat dan nomor Hp Anda supaya konsumen lebih yakin.
  • Berilah pelayanan maksimal ke konsumen Anda supaya puas. Jika konsumen Anda puas maka tidak menutup kemungkinan ia akan mempromosikan pelayanan Anda ke teman-temannya.

Bagaimana cara kerjanya ?
  • Mintalah katalog beserta price list dari distributor buku. 
  • Seleksilah buku-buku yang sekiranya laris dipasaran, atau tanya saja ke bagian marketingnya buku mana saja yang termasuk best seller. 
  • Upload cover buku yang anda tawarkan ke facebook atau toko online Anda.
  • Jika ada pesanan masuk, mintalah pemesan untuk mentrasfer uang seharga buku ditambah ongkos kirim ke nomor rekening yang sudah Anda siapkan.
  • Setelah transfer diterima Anda cukup datang ke distributor membeli buku yang dipesan lalu mengirimkannya ke alamat pemesan.

Nah, jika Anda tertarik dan ingin membuka usaha toko buku online silakan mendata penerbit atau distributor buku yang ada di kota Anda.



  |  

Kiat Sukses Bisnis Penerbitan, Rutin Mencetak Buku


Salah satu nyawa atau kiat sukses bisnis penerbitan adalah adanya produk buku yang diterbitkan, dengan kata lain jika ingin bisnis penerbitan Anda berjalan dengan baik maka Anda harus rutin menerbitkan buku. Pada umumnya sebuah penerbitan dikatakan sehat jika bias mencetak minimal 1 judul baru per 2 bulan. Nah jika Anda serius ingin menekuni bisnis ini maka paling tidak Anda harus menyiapkan satu judul buku setiap 2 bulan sekali.

Sebagai self publishing sebenarnya mencetak 1 judul baru perdua bulan tidaklah susah selama modal Anda mencukupi. Lalu berapakah modal yang diperlukan supaya rutin mencetak buku? Pada awalnya kita harus sudah siap modal untuk mencetak 3 judul buku, dan buku-buku berikutnya bisa kita cetak dari hasil penjualan buku-buku sebelumnya.

Rutinitas mencetak buku ini sangat penting karena dari sanalah sumber pemasukan sebuah penerbit buku. Namun mencetak banyak buku tidak menjamin keuangan bisnis Anda akan meningkat, karena tidak semua buku layak diterbitkan, so pilihlah buku-buku yang benar-benar marketable.

Sebagai penulis mungkin anda pernah mengirimkan naskah ke penerbit tapi ternyata ditolak padahal menurut Anda buku tersebut berkualitas. Sekali lagi saya tekankan, supaya sukses anda harus mencetak buku-buku yang marketable. Buku yang marketable bukan berarti buku bagus yang berkualitas tinggi dan intelektual, tapi buku-buku yang banyak dicari dipasaran. Anda bisa melakukan sedikit survey :
  • Tanya ke pihak toko buku, buku apa saja yang sedang laris saat ini
  • Tanya ke distributor buku, buku apa saja yang banyak diminati
  • Datang ke gramedia dan lihat ke bagian buku-buku best seller
Nah dari situ nanti Anda akan punya sedikit gambaran buku apa yang layak kita terbitkan. Menurut pengalaman, tema buku yang bisa dibilang selalu gurih dan jadi rebutan adalah tema agama, anak-anak, peluang usaha (entrepreneur/bisnis) dan how to (kiat/tips/cara). Anda bisa mencoba salah satunya, dan perlu diingat bahwa lebih baik mencetak buku laris daripada buku berkualitas.



01 October 2011

  |  

Pengalaman Menerbitkan Buku 1



Seperti yang pernah saya tulis di salah satu artikel di blog ini tentang buku saya yang berjudul "Kiat Khusyu Shalat Tahajud" pada kesempatan ini saya mencoba berbagi pengalamanmenerbitkan buku atau tepatnya study kasus penerbitan buku tersebut.

Seperti yang anda lihat sebenarnya cover buku saya sangat sederhana sekali karena semua saya kerjakan sendiri, maklum waktu itu dana sangat terbatas dan belum ada pengalaman menerbitkan buku sebelumnya. Jadi boleh dibilang semuanya modal nekad saja.

Alasan saya mengambil tema shalat tahajud adalah :

  • Pada waktu itu sedang booming tema-tema buku islam yang temasuk ibadah praktis seperti shalat tahajud, shalat dhuha, keajaiban shalat subuh, maka saya memberanikan diri mengambil tema "Shalat Tahajud"
  • Selain itu sedang booming juga  pelatihan shalat khusyu yang oleh Abu Sangkan, sehingga saya berusaha menggabungkan materi "Cara Shalat Khusyu" dengan "Shalat Tahajud" yang akhirnya melahirkan sebuah buku berjudul "Kiat Khusyu' Shalat Tahajud"
  • Tema tentang Shalat Tahajud merupakan tema abadi, artinya sampai kapanpun tema seperti ini akan dicari. Sehingga timing menerbitkan buku ini tidak perlu menunggu moment khusus. Beda seperi tema Puasa yang hanya ramai ketika mendekati bulan Ramadhan saja.

Nah, dari tiga alasan itulah saya memberanikan diri menerbitkan sebuah buku tentang shalat tahajud. Tapi tidak berhenti disitu saja karena buku yang bertema shalat tahajud sangat banyak sekali dengan kata lain perluberkompetisi dengan buku-buku yang lain yang diterbitkan penerbit besar sekelas mizan yang tentunya dari segi cover dan layout sudah sangat bagus. Akhirnya saya membuat beberapa strategy seperti berikut :

  • Ukuran buku sengaja saya buat kecil (buku saku) supaya mudah dibawa kemana-mana bahkan ketika naik angkotpun orang masih bisa membacanya.
  • Harga saya buat lebih murah supaya terjangkau, bahkan lebih murah dibanding satu paket bakso atau ayam goreng
  • Isi materi sangat ringan sehingga bisa dibaca semua tingkat pendidikan.

Modal Menerbitkan Buku
Pengalaman menerbitkan buku ini tidak akan sempurna jika tidak bicara soal modal yang dibutuhkan dalam penerbitan buku "kiat khusyu shalat tahajud". Oke berikut saya kasih perhitungannya :
Biaya cetak @2000 x 5000 eksemplar = Rp. 10.000.000,-
Editor, layout, cover saya kerjakan sendiri
Mengurus ISBN Rp. 25.000,-
Biaya pengiriman buku ke distributor Rp. 750.000,-
Total biaya yang dikeluarkan Rp. 10.775.000,- atau kita bulatkan saja Rp.11juta atau Rp.2.200/eksemplar

Laba Penjualan Buku
Buku ini saya jual seharga Rp. 11.000,- pereksemplarnya. Setiap buku yang terjual saya memberi diskon ke distributor sebesar 55% sehingga saya hanya mendapatkan 45% dari harga buku (Rp. 4950) artinya satu eksemplar buku yang terjual saya mendapat laba sebesar Rp. 2.750,-. Sejauh ini buku tersebut sudah naik cetak 4 kali (20.000 eksemplar) dan sudah laku kurang lebih sebanyak 19.000 eksemplar.

So, dari modal awal sebesar 11 juta buku "kiat khusyu shalat tahajud" ini sudah memberikan total omset lebih dari 94 juta dalam waktu kurang dari 2 tahun dengan laba bersih kurang lebih sebesar 52 juta. Apakah Anda tertarik mencoba menerbitkan buku Anda sendiri?

01 August 2009

  |  

Penyebab Buku Tidak Laku di Pasaran

Ketika kita ingin mulai sebuah bisnis biasanya yang akan muncul dibenak kita adalah apakah bisnis ini menguntungkan atau tidak? mulailah saat itu hitungan-hitungan diatas kertas kita lakukan untuk sekedar meneliti dan survei berapa keuntungan yang akan kita peroleh. Namun jangan sampai perhitungan tersebut hanya menghitung estimasi keuntungan saja tanpa memperhatikan resiko yang mungkin kita alami dalam menjalankan bisnis.

Oke sebelum bicara soal keuntungan, resiko apa saja sih yang akan kita hadapi ketika kita memutuskan berbisnis penerbitan buku. Resiko utama yang akan kita hadapi adalah buku kita tidak laku dipasaran. Hal ini bisa terjadi karena beberapa kemungkinan, namun yang utama penyebab buku tidak laku di pasar adalah :
  • Judul buku kurang menarik perhatian. 
  • Cover buku tidak bagus. 
  • Design lay out buku membosankan
Ternyata penyebab buku tidak laku di pasaraan ya tiga hal diatas. Judul, cover dan lay out buku harus bagus karena dengan cara ini pengunjung toko buku akan tertarik melihat buku Anda, lalu membacanya dan jika cocok akan membawanya ke kasir. Kalau tampilannya saja tidak menarik jangankan membeli, menyentuhnya saja mungkin tidak.

So jika ingin buku Anda laku dipasaran, buatlah buku dengan judul yang menarik, design cover dan lay out yang professional. Jika Anda tidak bisa membuatnya sendiri, Anda bisa menyerahkannya ke designer grafis, tidak masalah mengeluarkan tambahan biaya yang penting buku Anda laku dpasaran.

01 July 2009

  |  

Perlukah Badan Usaha dalam bisnis Penerbitan


Buat yang baru terjun atau ingin mulai bisnis penerbitan khususnya yang self publishing pasti sering bertanya "apakah perlu memiliki badan usaha seperti CV atau PT?", nah kalau seperti itu maka jawabannya relatif, bisa ya dan bisa tidak sesuai dengan keperluan dan kepentingan.

Kalau memang usaha penerbitan sudah berjalan dengan baik maka sebagai warga negara yang baik tentu dianjurkan membentuk badan usaha untuk melindungi usahanya.  Tapi jika usaha belum berjalan dengan baik apalagi modal masih sangat terbatas maka memulai bisnis penerbitan tanpa badan usahapun masih bisa berjalan.

Realitanya adalah, bisnis penerbitan Anda bisa berjalan meski tanpa badan usaha atau legalitas perusahaan.
  • Permohonan ISBN hanya butuh Nama penerbit dan stempel saja
  • Mengajukan ke Distributor juga tidak butuh legalitas perusahaan, hanya stempel dan faktur saja
  • Toko buku juga tidak akan menanyakan legalitas perusahaan Anda, apalagi jika didistribusikan lewat distributor buku

Lalu fungsi dan manfaat badan usaha dalam bisnis penerbitan sebagai apa? kalau fungsi atau manfaat secara langsung tidak ada kecuali bisnis Anda menjadi legal atau resmi diakui pemerintah. Namun dengan memiliki legalitas usaha seperti CV atau PT maka ada keuntungan lain yang mengiringi seperti :
    Perlukah Badan Usaha untuk bisnis penerbitan
  • Anda bisa meminjam dana ke Bank sebagai tambahan modal (harus ada agunan)
  • Anda bisa mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan modal dari BUMN (tanpa agunan)
  • Anda bisa membuka peluang kerjasama dengan investor
  • dan masih banyak lagi
Tapi perlu diingat bahwa selain mendapat keuntungan diatas ada satu kewajiban yang harus Anda lakukan setelah memiliki legalitas usaha yaitu membuat laporan dan membayar pajak secara rutin ke pemerintah.

Pengalaman pribadi : Saya membuat badan usaha berupa CV setelah usaha penerbitan berjalan selama 5 tahun

Nah, sekarang pilihan ada di tangan Anda apakah akan memulai bisnis penerbitan ini tanpa legalitas usaha atau dengan legalitas usaha berikut dengan konsekwensi membuat laporan dan membayar pajak. Namun sebagai warga negara yang baik tentu memiliki legalitas usaha adalah pilihan terbaik.


01 June 2009

  |  

Mengurus ISBN Buku

Baiklah kita lanjut pembahasan di blog ini tentang bagaimana mengurus ISBN buku, setelah lama blog ini hanya diisi satu artikel saja dan saya biarkan begitu saja ternyata ada beberapa komentar yang masih berharap mendapat penjelasan tentang bagaimana mendirikan usaha penerbitan buku. Sudah saya singgung sebelumnya di artikel Cara Mendirikan Usaha Penerbitan bahwa salah satu syarat supaya buku bisa diterima di toko buku adalah adanya ISBN.

Mengapa ISBN begitu penting? karena buku Anda akan sulit di terima toko buku jika tidak memiliki ISBN, simpel kan?. Selain itu dengan  memiliki ISBN berarti buku Anda sudah terdaftar di perpustakaan nasional. Hampir setiap toko buku sekelas Gramedia mensyaratkan adanya ISBN pada setiap buku yang di display di tokonya, so jika ingin buku Anda terpajang di Gramedia jangan lupa daftarkan dan minta ISBN ke Perpustakaan Nasional.

Caranya bagaimana?

Cukup mudah, mengutrus ISBN buku ke perpustakaan nasional membutuhkan waktu tidak lebih dari 15 menit (selama persyaratan terpenuhi semua).  Yang perlu Anda siapkan adalah :
  • Surat Permohonan ISBN (berstempel Penerbit)
  • Contoh sampul buku
  • Halaman Judul
  • Halaman Identitas Buku (halaman yang berisi tentang judul buku, penulis, editor, penerbit dan lain-lain)
  • Halaman Pengantar
  • Halaman Daftar Isi
Nah, dokumen-dokumen tersebut diatas silakan dibawa ke Perpustakaan Nasioanal bagian ISBN lalu utarakan ke petugasnya bahwa Anda ingin mendaftarkan penerbit Anda sebagai anggota Perpustakaan Nasional dan meminta ISBN atas buku-buku yang akan anda terbitkan.

Jika nama penerbit Anda belum terdaftar di perpustakaan nasional, maka sebelumnya Anda diminta mengisi formulir pendaftaran yang isinya kurang lebih :
  • Nama Penerbit, disini nama penerbit Anda
  • Penanggung Jawab, diisi nama Anda
  • Alamat, diisi alamat kantor atau rumah Anda
  • Jumlah buku yang diterbitkan selama satu tahun, isi saja (minimal) 12 judul buku supaya anda sudah mengantongi dan mengamankan 12 nomor ISBN untuk buku-buku yang akan Anda terbitkan meskipun anda belum membuat bukunya.

Mungkin petugas akan menanyakan ISBN yang model apa?
Barcode ISBN
ISBN dengan Barcode
Jika Anda masih baru dalam hal ini bisa jadi Anda akan bingung, tapi jangan khawatir saya akan membantu Anda sampai Anda benar-benar bisa mengurus ISBN buku dengan baik dan benar. ISBN yang diterbitkan PERPUSNAS sebenarnya hanya satu, hanya saja Anda diberi dua pilihan penulisan ISBN yaitu ISBN dengan barcode dan ISBN tanpa Barcode. Saat saya mengurus ISBN untuk buku perdana saya biaya yang dibutuhkan untuk ISBN tanpa barcode sebesar 25ribu perjudul sedangkan ISBN dengan barcode sebesar 75rb perjudul. Pilih yang mana? tentu saja saya pilih yang tanpa barcode supaya lebih murah, memang sih jadi kurang professional karena ISBN-nya hanya nomor saja. Tapi tenang saja, cukup buka Corel Draw lalu masukkan nomor ISBNnya dan ta ta..barcode sudah jadi tinggal di copy paste.


UPDATE : Sekarang pengurusan ISBN FREE alias GRATIS 

Bagi anda yang tinggal di jakarta tentu mudah dan dekat ketika hendak mengurus ISBN, namun bagi yang diluar jakarta akan ada sedikit kendala karena untuk ke jakarta tentu membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Jangan khawatir, banyak jalan menuju roma alias banyak cara yang bisa Anda lakukan :
  • Permohonan ISBN online. Perpusnas sekarang membuka pelayanan ISBN secara online, Silakan klik disini, hanya saja pelayanan secara online membutuhkan waktu yang agak lama.
  • Permohonan ISBN by Phone. Silakan hubungi Perpusnas bagian ISBN via telepon, dokumen-dokumen yang dibutuhkan silakan dikirim lewat fax atau email, dan minta ke petugasnya supaya nomor ISBN dikirim via email saja. Misal pagi Anda ajukan permohonan ISBN jangan sungkan siang harinya untuk menelpon kembali sekedar menanyakan apakah permohonan sudah diproses? kalau belum mintalah sekali lagi ke petugasnya supaya segera diproses, biasanya hanya sore hari ISBN sudah mendarat di email Anda. Kalau anda tidak minta dikirim via email maka akan dikirim via pos yang berarti butuh waktu sekitar satu minggu.
  • Mintalah teman atau saudara yang ada di Jakarta untuk membantu mengurus ISBN ke Perpusnas

Nah, semoga yang simple ini bisa membantu Anda dalam mengurus ISBN buku perdana Anda ke perpusnas, paling tidak Anda sudah punya gambaran. oke semoga berhasil dan salam sukses.