Cara Praktis Mendirikan Usaha Penerbitan Buku
- Buat nama penerbit; yang simpel, praktis dan mudah dihafal!
- Buat stempel; gak usah mahal-mahal cukup 20/30ribu dah dapat stempel bagus.
- Buat kop surat; cukup diprint pake’ komputer sesuai kebutuhan.
- Tentukan alamat dan nomor telpon untuk urusan surat menyurat dan komunikasi.
Nah sekarang Anda punya usaha penerbitan, mudah kan? Supaya usaha ini tetap hidup maka Anda perlu punya produk yaitu buku yang akan dipasarkan. Caranya ……. ?
- Buat/cari naskah yang layak jual.
- Tentukan ukuran buku yang akan diterbitkan.
- Susun naskah sesuai ukuran buku; urusan ini dapat diserahkan ke jasa layout jika Anda tidak bisa menyusunnya sendiri.
- Buat Cover yang bagus dan menarik, urusan ini dapat diserahkan ke jasa design grafis.
- Jika buku sudah selesai dilayout, mintalah ISBN ke perpus nasional di jakarta, biaya ISBN 25ribu perjudul.
![]() |
| Cara mendirikan usaha penerbitan |
Biar tambah penasaran baca nih saya kasih rahasianya :
- Biasanya harga jual buku adalah 4 atau 5 bahkan 6 kali harga produksi (terserah Anda), jika buku dijual Rp. 20.000,- berarti biaya cetaknya kurang lebih Rp. 4.000 - Berarti untungnya 16.000/buku ? - Ya enggak lah, kan harus bagi-bagi sama distributor dan toko buku!
- Biasanya distributor minta diskon 50-55% dari harga jual. Jadi bagian penerbit ya cuma 45-50% tergantung waktu nego sama distributornya. - Misal diskon u distributor 55% maka dari modal 4.000, buku dijual 20.000, bag. Penerbit Rp. 9.000 (45%) untungnya Rp. 5.000/buku
- Bukunya difa press yang judulnya “Kiat khusyu’ Shalat Tahajud” ukuran ¼ folio tebal 80 hal, biaya cetaknya 2.000/buku dijual 11.000/buku sudah dicetak 15.000 eksemplar. - Untungnya berapa ya? - Ya hitung sendiri, yang pasti banyak (alhamdulillah)
Copyright Fajar Abdillah M e-mail : difamedia@yahoo.co.id




